SENYUMAN


itu tanpa harga
tanpa nominal
melekat erat pada setiap
bibir insan

bahasa tubuh yang sederhana
namun memboyong
sejutah makna yang esential

bahasa jiwa yang terdalam
yang terukir diantara
ranumnya bibir sang insani
pembawa pesan
tentang gambaran nurani…

merupakan jendela hati
kadang sulit di mengerti
namun satu yang pasti penyejuk jiwa
yang merana….
tersenyumlah
wahai dewa-dewi
untukku
di sini
di bibir ini.

*********
KEHIDUPAN
Eksistensi manusia pada hakekatnya sama
untuk satu kehidupan
terkadang ia lari sekuat napas di hempas
secepat nadi berdetak
demi satu kehidupan
lelah jenu pengiring setia
mampu mengajarkannya
untuk berusaha dan tidak menyerah

Jatuh tersungkur
biasanya terbaca
sebagai satu cara
yang mampu menyadarkannya
pada satu hal
yaitu empunya kehidupan itu sendiri
Dialah kehidupann itu.

NURANI
Ibarat burung terbang dengan sayapnya
Jiwa kitapun seperti itu
dia selalu terbang
dalam ruang nurani

Kala sayapnya patah
dia pasti jatuh
mengerang sedih
sembari berbisik
aku lelah padamu manusia…

Logikamu
tak pernah mendengar bisikanku.
Tak pernah kau berpikir
aku ada

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://edwarich.blogsome.com/2007/03/15/senyuman/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.